Sebab Sebab timbul Cinta

Segala sesuatu timbul atau terjadi didahului oleh sebab-sebab.
Ini juga termasuk sunnatullah yang berlaku pada tiap kejadian.

Firman Allah dalam surah Al-Kahfi :84-85, yang artinya :

“Sesungguhnya Kami teguhkan dia di bumi, dan kami datangkan akan dia dari tiap-tiap suatu ada sebab. Lantas dia ikuti sebab itu.”

Seseorang jatuh cinta terhadap orang lain setelah berlaku beberapa sebab. Begitu juga seorang yang cinta kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Di antara sebab-sebab yang membawa seorang hamba cinta terhadap Allah adalah sebagai berikut :

1. Sering membaca Al-Qur’an dan memahamkan isi dan maksudnya. Setiap ayat dari ayat-ayat Al-Qur’an yang berjumlah 6666 ayat itu sekalipun menerangkan berbagai masalah dan kejadian, tetapi intinya, tujuannya dan maksudnya adalah menerangkan kebesaran, keagungan dan rahman Allah.

Bila seorang sering membaca Al-Qur’an dengan mengerti akan maksud dan tujuannya, pasti timbul padanya rasa cinta terhadap Allah Ta’ala.

2. Sering taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dengan menjalankan ibadah-ibadah sunnat sesudah menjalankan ibadah Fardhu.
Merasakan enak dan gemar melakukan ibadaha-ibadah, bukan saja menunjukkan cinta terhadap Allah, juga menjadi sebab timbulnya rasa cinta itu.

Orang-orang yang syirik yang sering memuja dan mendatangi batu-batu berhala sesembahannya, lama-lama timbul rasa cinta terhadap berhala-berhala itu.

Begitu juga kalau seorang sering mengurus seekor binatang peliharaannya, menjadi cinta terhadap binatang peliharaannya itu.

Lebih-lebih terhadap Allah, bila kita sering melakukan ibadah terhadapnya pasti akan timbul rasa cinta itu.

3. Memperbanyak dzikir (mengingat Allah) dengan hati, dengan lidah, dan dengan amal perbuatan yang diperintahkan dan digemari oleh Allah.
Jangan sampai dalam hidup kita berlalu masa , dimana kita tak ingat Allah samasekali.

Biasakanlah menyebut nama Allah dalam segala hal ; yaitu menyebut Basmalah (Bismillaahirrahmaanirrahiim), sebelum memulai setiap pekerjaan.

Menyebut hamdallah (Alhamdulillaah) sehabis mengerjakan setiap pekerjaan, Istiqfar (Astaqfirullaah) bila melakukan sesuatu kesalahan atau kejahatan. Dan lain-lain kalimat dzikir yang sudah kita pelajari diantaranya : 5 kalimat agung yang sangan disukai Allah Ta’ala, yaitu ;

Subhanallaah, Alhamdulillaah, Allahu Akbar, Lahaula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim, dan Lailahaillallah. Termasuk dzikir mengingat dan memperhatikan alam semesta dengan susunannya yang indah, mengagumi kembang-kembang dengan warna-warni dan baunya dan lain-lain.

4. Berjuang menundukkan hawa nafsu yang nyata-nyata bertentangan dengan keridhaan Allah.
Jangan membiarkan diri bergelimang dalam memuaskan hawa dan nafsu itu.

5. Pelajarilah nama-nama Allah, sifat-sifat-Nya dan perbuatan-Nya, dan ingati semua itu dengan hati.
Setiap nama dari nama-nama Allah dan setiap dari sifat-sifat-Nya bila dipelajari dan diingati, akan meneteskan rasa cinta terhadap Allah ke dalam lubuk hati.

6. Melihat segala ni’mat, kebaikan dan rahmat yang diturunkan Allah kepada diri kita sendiri, kepada keluarga dan manusia umumnya dan memperkatakan nikmat-nikmat itu akan menambah rasa cinta terhadap Allah.

7. Sering berkhalwat (bersunyi diri sendiri) menghubungkan jiwa sekujur perasaan kita dengan Allah, berkhalwat bermohon sambil berdo’a atau bermunajat kepada-Nya, berkhalwat membaca firman-firman Allah dengan adab dan sopan, lalu diakhiri dengan minta ampun dan taubat.

8. Bergaul dengan orang-orang shaleh yang menjadi kekasih Allah, mendengarkan kata-kata dan nasehat-nasehat dari mereka.

9. Meninggalkan omongan-omongan yang tak berguna, yang tak mengandung kemaslahatan bagi diri sendiri atau bagi orang lain. Apalagi pembicaraan yang mengandung dosa dan dusta.

10. Menjauhi segala sebab yang membatasi antara hati kita dengan Allah Subhanahu Wata’ala.

Dengan menempuh dan menjalani segala sebab dan hal-hal yang tersebut diatas ke dalam hati dan jiwa kita, akan menetes atau mengalir rasa kecintaan terhadap Allah.
Dan inilah yang mengakibatkan kecintaan Allah terhadap kita.

Dua faktor pula yang menyampaikan kita ke arah ini ;

1. Pembawaan jiwa dan hati kita sendiri, atau persediaan jiwa dan hati kita untuk mencapai kedudukan ini.

2. Terbukanya mata hati (‘Ainul Basirah), yaitu mata dari hati yang bukan hanya dapat menangkap benda-benda nyata, tetapi dapat melihat segala rahasia yang berada dibalik alam benda.

Semoga Allah Subhanahu Wata’ala senantiasa memberikan kesempatan dan kemampuan kepada kita untuk mencapai kedudukan cinta dan dicintai oleh Allah Subhanahu Wata’ala, Amin Ya Rabbal Alamin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: